Oleh: BOCAH ANGON | April 5, 2010

PEKERJAAN & NEPTU

Pada buku Primbon Jawa kuno, Neptu adalah bilangan yang diwakilkan terhadap nama hari dan nama pasaran. Neptu biasa dipakai untuk menghitung hari baik, hari naas dan lain sebagainya. Pendek kata neptu merupakan acuan bagi masyarakat ( utamanya masyarakat jawa ) untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan aspek kegiatan kehidupan, baik kelahiran, kematian, bersosial dan mencari pekerjaan. Neptu hari dan pasaran adalah bilangan yang nilainya tetap sejak zaman nenek moyang dahulu.

Ahad 5 Kliwon 8
Senin 4 Legi 5
Selasa 3 Pahing 9
Rabu 7 Pon 7
Kamis 8 Wage 4
Jumat 6
Sabtu 9

Dalam penggunaannya biasanya Neptu Hari dan Pasaran dijumlah : Sebagai contoh ; jika seseorang lahir pada hari Jum’at Wage, maka jumlah neptu orang tersebut adalah 6 + 4 = 10, demikian seterusnya.

1. Hubungan antara hari lahir dan jenis pekerjaan

Menurut buku Primbon jawa kuno, hari lahir seseorang berhubungan dengan jenis pekerjaannya jika ingin mendapat kesuksesan, adapun pembagiannya adalah; Jika seseorang lahir pada hari :

- Ahad pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan pertanian dan pertukangan
– Senin pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan kekaryawanan
– Selasa pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan Tentara dan kelautan
– Rabu pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan Pengadilan dan kesenian
– Kamis pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan Pujangga/artis atau pertanian
– Jumat pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan Berdagang dan Pertanian
– Sabtu pekerjaan yang cocok adalah berhubungan dengan Pujangga/artis atau pertanian

2. Hubungan Jumlah Neptu dan Jenis Pekerjaan

Untuk menghitungnya adalah dengan manggunakan cara : Menghitung 3 pekan berturut-turut dimulai dari hari kelahiran ( jumlah neptu ) kemudian dibagi 5. dari hasil pembagian itu dilihat sisanya. sebagai contohnya adalah :

Jika seseorang lahir pada Jumat Pon, maka pekan kedua adalah Jumat Kliwon dan pekan ketiga adalah Jumat Pahing, hitungannya sebagai berikut :
Jumat Pon = 13
Jumat Kliwon = 14
Jumat Pahing = 15 , jika dijumlah semua = 42 kalau dibagi 5 bersisa 2 ( angka yang dicari )

dan inilah hubungannya :

Jika sisa 1 , pekerjaan yang cocok adalah ke arah Timur menjadi Karyawan
Jika sisa 2, pekerjaan yang cocok adalah ke arah Selatan berdagang, berjualan
Jika sisa 3, pekerjaan yang cocok adalah ke arah Barat menjadi guru atau pengajar
Jika sisa 4, pekerjaan yang cocok adalah ke arah Utara berhubungan dengan pertanian
Jika sisa 0, kearah manapun dan bekerja apapun biasanya dapat hasil.

3. Melebur Naas

Hal berikut biasa dilakukan keluarga keraton jika ingin pergi dengan beberapa urusan, terutama jika berhadapan dengan rekan bisnis. lakukan hal kecil ini untuk membuang sial. Jika bepergian pada hari :

Ahad : Meraba betis 2 kali dan 3 langkah menahan nafas
Senin : Meraba kemaluan 2 kali dan menahan nafas 2 langkah
Selasa: Meraba telapak kaki 1 kali dan menhana nafas 2 langkah
Rabu: Meraba bahu 2 kali dan menahan nafas 3 langkah
Kamis: Meraba hidung 4 kali dan menahan nafas 4 langkah
Jumat : Meraba ubun-ubun 3 kali dan menahan nafas 3 langkah
Sabtu: Meraba dada 4 kali dan menhana nafas 3 langkah

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: