Oleh: BOCAH ANGON | April 5, 2010

AZIMAT PENGLARISAN

Azimat, biasa disebut rajah, jimat, azamah, dan lain-lain biasanya berupa tulisan bertuah atau tulisan yang mempunyai hasiat khusus. Banyak orang mempercayai rajah yang ditulis orang tertentu adalah tulisan keramat dengan khasiat yang bisa dirasakan manfaatnya. Pada kitab-kitab yang bertuliskan bahasa Arab banyak dijumpai tulisan azimat ini yang memang diakui bertuah.

Dalam kesempatan ini saya akan tunjukkan kepada Anda bagaimana membuat tulisan atau rajah berkhasiat khususnya yang digunakan untuk mempermudah mencari rejeki, atau biasa disebut penglarisan ( menarik perhatian orang supaya membeli dagangan ) yang kita jual.

Pada dasarnya siapapun bisa membuat azimat ini asal syarat-syaratnya terpenuhi. Tanpa panjang lebar , saya kutib dari beberapa kitab berbahasa arab tentang cara-cara atau syarat-syarat untuk menulis sebuat azimat:

1. Biasanya azimat ditulis tangan pada hari Senin, Kamis, Jum’at

2. Menulis Azimat harus saat suasana sepi, para pembuat azimat biasa menulis pada tengah malam, tetapi walaupun tengah malam , jika ada suara gaduh penulisan azimat hendaklah dibatalkan.

3. Suci dari hadas besar maupun kecil

4. Sudah melaksanakan Sholat fardlu. Walaupun jam 12 malam jika belum sholat Isya’ ( tidak boleh ). Disarankan ditambah dengan sholat sunnat sebelum menulis.

5. Pada hari penulisan tidak boleh melakukan ma’siat atau dosa lain sehari penuh baik antara hubungan dengan Allah maupun dengan manusia. Jadi jika pada pagi hari Anda berbohong, atau marah, atau melakukan perbuatan negatif lainnya, maka pada hari itu Anda tidak disarankan menulis azimat. Para pembuat azimat biasa melakukan puasa untuk menghindari ma’siat ini.

6. Semua alat yang digunakan untuk menulis azimat atau bahan lainnya adalah milik sendiri, tidak pinjam atau tidak di dapat dari hutang ( baik itu tinta, kertas, dll ).

7. Pada saat menulis , lidah ditekuk ke atas pada langit-langit ( seperti melafalkan ‘L’ ) dan menghadap ke arah qiblat dengan memakai wangi-wangian. Orang dahulu biasa menggunakan kemenyan. Dan tidak boleh menggunakan alas ( seperti meja, kursi, bangku dll ), jangan lupa untuk menggunakan tinta yang tidak luntur dan berwarna hitam ( dalam hal ini tinta dari Cina dan dicampur dengan minyak Za’faron ) sangat dianjurkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: